Tingkat Kebutuhan Anak & Remaja

Pembagian adolensi menurut kesehatan jiwa:

  • 9-12 thn/Pra-adolensi:Dapat terjadi suatu pertentangan yang kadang-kadang cukup memprihatinkan,antara para adolsen laki melawan para adolsen wanita.Juga antara remaja laki-laki pun dapat terjadi perkelahian yang tidak dapat dihentikan,demikian pula antar remaja wanita.Dengan sendirinya agresivitas seperti itu selalu disabut buruk oleh pihak luar dan dapat berakibat semacam “dendam kecil” dan “reaksi depresi ringan”.Olahraga,kesenian dapat membantu untuk meringankan.
  • 12-16 thn/Adolensi dini:Masa ini ditandai dengan pra okupasi seksual yang meninggi,dan tidak jarang karena itu remaja secara relatif merosot daya kreatifnya,ketekunan dan lain-lain keberhasilannya.Ia mulai lebih merenggang dari orangtuanya dan membentuk kelompok-kelompok kawan/sahabat karib.Dalam tendensinya ke arah penarikan diri ia dapat memperkembangkan tingkah laku yang kurang dapat dipertanggung jawabkan.”acting out behaviour”,delinquent acts,maniakal atau depresif,malahan ada kalanya mempertimbangkan bunuh diri.Pendekatan dengan simpati dan usaha meringankan stres yang dirasakannya.
  • 16-18thn/Adolensi Menengah:Hubungan dengan kawan-kawan dari jenis kelamin lainnya mulai meningkat pentingnya.juga fantasi dan fanatisme terhadap berbagai aliran mistik,religius,dan lain-lain menduduki tempat yang kuat dalam urutan prioritasnya.Politik dan kebudayaan pun mulai sangat menyita perhatiannya,sehingga kritik pedas dapat dilontarkan ke arah keluarganya sendiri atau struktur masyarakat yang dianggapnya salah.Seksualitas mulai nampak dalam ruang identifikasinya.Explosivitasnya lebih terarah,bila hal itu terjadi,tetapi mungkin hal itu merupakan suatu “seruan bersembunyi” untuk meminta pertolongan.Kontak dengan remaja demikian itu tidak mudah.
  • 18-20thn/Adolensi akhir:Remaja mulai lebih luas,mantap dan dewasa dalam ruang lingkup penghayatannya.Ia lebih bersifat “menerima” dan “mengerti”,malahan mulai “menghargai” berbagai sikap orang lain yang mungkin sebelumnya ditolaknya.Memilih karir tertentu juga termasuk kemungkinan realistis dan kedudukan kultural,politik,maupun etikmoralnya lebih mendekati dari orang tuanya.Bila kondisinya kurang menguntungkan seperti studi yang berlarut maka masa ini juga turut diperpanjang dengan konsekwensi imitasi,kebosanan,dan kemerosotan taraf kesehatan jiwanya.Komplikasi-komplikasi yang lain bisa dijumpai,dan bila perlu,harus dibimbing dengan baik dan bijaksana.Bila masa ini dapat diakhiri dengan baik,yang bersangkutan mungkin untuk sementara mengalami “kekosongan relatif” karena pola-pola tingkah laku orang tua yang di-“idealisasi” terpaksa hapus atau mundur.
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: